Situs Paneresan terletak di lereng Gunung Cariu,
sekitar 100 m dari Jalan Bunter-Sukarasa. Situs ini tertutupi oleh pepohonan
sehingga tidak terlihat dari jalan, didalam situs ini terdapat struktur batuan
tidak beraturan yang sulit untuk dilihat orientasinya. Batuan di situs tersebut
diduga merupakan tinggalan masa klasik (jati sunda/hindu/budha).
Diantara struktur batuan yang ada si situs Paneresan banyak ditemukan batuan yang diduga tinggalan masa klasik. Seperti batu berbentuk persegi panjang, lingga, batu menyerupai arca leluhur, dan beberapa batu yang mirip dengan batu pangkon di situs lain.
Menurut masyarakat setempat, tokoh yang dimakamkan
di situs tersebut adalah Ki Paneresan dan Ki Dekleher, neres adapula yang menyebut nyadap
artinya mengambil air nira baik dari kelapa atau dari aren, jadi Ki
Paneresan adalah seorang tukang mengambil air nira, atau tukang nyadap. Konon ia adalah tukang nyadap pada masa Prabu
Sirnaraja (abad ke-14) saat ia sedang ke Gunung Cariu. Lalu makam kedua ialah
Ki Dekleher, tidak diketahui apakah ia saudara atau teman dari Ki Paneresan,
namun Ki Dekleher adalah seorang petani seperti sangkalan dari namanya yang
berasal dari kata idek liher (tinggal/tidak
kemana-mana). konon tokoh dari Situs Bungur Sarang, Dusun Cikancah, yaitu Kyai
Haniwung Sari sering neres/nyadap ke
daerah Paneresan