Menurut cerita sang juru kunci bapak Sastro, situs ini merupakan Patilisan Sribaduga Maha Raja (Prabu Siliwangi) dalam perjalanan dari beberapa daerah dan pernah berhenti ditempat ini. Sehingga sekarang menjadi situs Buana Pancatengah. Situs ini sendiri berada di tengah - tengah rawa, yang terkadang oleh masyarakat digunakan untuk lahan pertanian jika kondisi air sedang surut.