Konon orang-orang yang hidup di zaman dahulu terkenal
dengan berbagai macam kesaktiannya yang mereka punya terutama kesaktian bisa
menghilang atua berpindah tempat hanya dalam sekejap mata yang dalam Bahasa
Sunda disebut dengan Moksa/Tileum. Dan menurut cerita rakyat yang beredar,
sejarah dari Petilasan Batu Kuda yang berada di daerah Gunung Syawal diawali dengan
adanya seorang perempuan yang bernama Nonong Rorokidul yang berasal dari daerah
selatan (Pakidulan) yang dikisahkan mempunyai seorang Guru yang sakti dan
beliau berdiam diri di daerah Gunung Syawal yaitu Kiyai Salam.
Singkat cerita, dengan kesaktiannya Nonong
Rorokidul pergi ke daerah Gunung Syawal untuk bertemu dengan gurunya yaitu
Kiyai Salam untuk kembali belajar beberapa ilmu darinya. Nonong Rorokidul
berniat untuk menetap beberapa saat bersama gurunya di daerah Gunung Syawal
sembari belajar beberapa ilmu dan membuka lahan baru untuk pemukiman bersama
gurunya. Singkat cerita, semua ilmu baru dan pengalaman yang ia dapatkan dari
Kiyai Salam telah tercapai, beliau pergi lagi namun tidak ada yang tahu
tujuannya kemana dengan menggunakan kesaktiannya dengan cara menghilang dalam
sekajap. Dan masyarakat meyakini tanda Petilasan Nonong Rorokidul bertemu
dengan Kiyai Salam dan menghilang kembali adalah dengan tanda sebuah batu yang
masyarakat sebut dengan Batu Kuda