Gunung Guriang adalah nama sebuah bukit yang terletak di Dusun Pasirnagara, Desa Salakaria. Jaraknya sekitar
1,5 km ke arah utara dari Kantor Desa Salakaria dengan melewati jalur jalan A.
Raksadinata. Berada di sebelah kanan jalan, berada hanya beberapa ratus meter dari perbatasan
antara Desa Salakaria dengan Desa Mekarsari Cipaku. Jalan menuju areal situs
Guriang harus melalui beberapa anak tangga yang berada diantara beberapa pohon
besar. Diantaranya ada jenis pohon kiara yang berukuran sangat besar. Luas
areal makam lebih kurang 300 m2. Letak situs Guriang berada pada
kordinat 07°15,397'LS:
108°24,890'BT dan ketinggian 288 mdpl.(Balar; 2012).
Pada
puncak bukit Guriang terdapat makam Kyai Ragatapa. Lebih kurang 10 meter ke
arah barat dari makam Kyai Ragatapa terdapat makam pembantunya yang bernama Endangsari.
Orientasi arah makam adalah utara-selatan yang merupakan ciri kubur Islam di
Indonesia. Makam didirikan di atas tanah datar dilengkapi jirat dan nisan.
Arah makam Kyai Ragatapa berorientasi utara-selatan yang merupakan ciri kubur Islam di Indonesia. Makam didirikan di atas tanah datar dilengkapi jirat dan nisan. Jirat makam dari batu alam bentuk persegi berukuran panjang 285 cm, dan lebar 155 cm. Terdapat jirat semen hasil renovasi tambahan. Terdapat dua nisan terletak pada bagian utara dan selatan. Bentuk dasar nisan batu tegak tidak beraturan, bahan dari batu andesit. Nisan sebelah utara berukuran tinggi 34 cm, lebar 25 cm, dan sebelah selatan tinggi 35 cm, lebar 38 cm, dengan jarak antar nisan 60 cm. Di sebelah selatan makam menyatu pada ujung jirat terdapat susunan batu tak beraturan dengan jirat persegi berukuran sekitar 30 cm. Menurut kuncen konon jirat ini adalah tempat penyimpanan uang.
Tempat
ini oleh masyarakat setempat dikeramakan dan sering dikunjungi para peziarah
terutama bulan Maulud. Terdapat pula pejiarah yang datang dari luar kota yaitu
diantaranya dari Cirebon, Bandung, Tasikmalaya, dll. Kyai
Ragatapa adalah seorang penyebar Islam yang berasal dari Cirebon. Ia datang
dari Cirebon bersama sama dengan 2 orang adiknya yaitu Kyai Jagatapa,
dimakamkan di Desa Mekarsari Cipaku dan Kyai Langantapa yang dimakamkan di
daerah Cicurug Desa Mekarsari Cipaku.