Pada zaman dahulu dipasir tangkil ada seorang jawara
(orang sakti) yaitu bapak Buyut Ki Demang Jamaluddin beliau ini yang menjadikan
pasir tangkil dikenal oleh sultan demak. Maka dari itu sultan demak mengajak
seluruh para jawara yang ada di pulau jawa di panggil untuk menghadap
kesultanan demak untuk merencanakan perang termasuk ki buyut demang Jamaluddin,
kesultanan demak berencana untuk menyerang Batavia sekitar abad 15 yang sejak
itu di pimpin oleh peter sunkun dan pasukan demak di pimpin oleh ki bahu reksa.
berangkat lah pasukan demak ke Batavia bersama pasukan jawara dari jawa,
pertempuran pun terjadi Batavia dipukul mundur oleh pasukan ki bahu reksa dan
piter sunkun meninggal di hutan belantara yang sekarang jadi daerah matraman.
Batavia pun tunduk di tangan ki bahu reksa. Setelah merasa aman ki buyut demang
pulang ke demak untuk seba. Setelah seba selesai ki buyut demang pulang ke
pasir tangkil, di perjalanan pulang beliau mampir dulu ke daerah brebes selatan
letaknya di bumi ayu untuk beristirahat, dan tempat yang beliau tempati di
berinama bangbayang selatan dan bangbayang utara dengan batas adalah sebuah
jalan yang membentang dari timur ke barat. Setelah beristirahat beliau
meneruskan perjalanan kembali ke pasir tangkil dan beliau menetap di pasir
tangkil.