Situs Batu Gantung terletak di Dusun Kulon RT 004 RW 001 Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara. Batu gantung berupa batu monolit yang berukuran kurang lebih 15 m x 7 m dan menempel disebuah lereng bukit (ngagantung) diatas sebuah parit dekat sungai Cipetungan disebelah hilir leuwi janggot. Namun sekarang batu tersebut sudah dipugar bagian atasnya.
Dalam cerita masyarakat batu gantung adalah batu
yang akan digunakan oleh Kerajaan Rajadesa/Samida untuk membuat bendungan di
Leuwi Janggot, namun dampaknya akan merendam Jatinagara dan Bayasari. Di suatu
malam saat sedang mengadakan hajatan/pesta, putri kerajaan samida diculik oleh
pihak bayasari. Atas kejadian tersebut maka proyek pembangunan tersebut
dibatalkan dan Batu Gantung tersebut masih ada ditempatnya hingga kini. Pada
proses pencariannya kearah pakidulan (selatan) pasukan kerajaan rajadesa
meratapi insiden tersebut disebuah bukit yang kini dikenal dengan sebutan Pasir
Nalangsa (puncak kesedihan). Sebagai bentuk ekspresi atas kehilangan puterinya
sang raja ngahaleuang dan kini bukit tersebut dinamai Pasir Haleuang.