Situs ini
terletak pada sebuah bukit Dusun Bunder RT. 12 RW. 05 Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing. Struktur situs berupa batu persegi (tatapakan)
Panjang yang menancap ditanah dan di permukaan atasnya terdapat ukiran “X”.
di beberapa daerah batu seperti itu disebut dengan batu pispun atau
kerap dipanggil batu pemetaan tanah. Batu ini berfungsi sebagai titik
triangulasi pengukuran/pemetaan wilayah.
Menurut beberapa
tokoh masyarakat nama Sayang Kaak diambil dari kebiasaan dahulu saat menandai
suatu titik triangulasi/batu pispun maka ditandai dengan sebuah bambu yang
ujungnya dililit dengan ijuk hingga menyerupai sarang burung (sayang)
sehingga masyarakat pada saat itu yang melihatnya menyebutnya dengan “sayang
kaak”.